Wamen ATR/Waka BPN Paparkan Transformasi Digital Layanan Pertanahan di Universitas Udayana
Bali – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan (IMMK) Fakultas Hukum Universitas Udayana, Senin (09/03/2026). Dalam forum tersebut, ia memaparkan upaya digitalisasi layanan pertanahan yang tengah dijalankan Kementerian ATR/BPN.
“Digitalisasi tidak hanya berarti mengubah dokumen kertas menjadi dokumen digital. Transformasi ini juga mencakup perubahan cara kerja, proses bisnis, serta budaya organisasi,” ujar Ossy Dermawan di Aula Lecture Building Universitas Udayana, Bali.
Menurutnya, transformasi pelayanan pertanahan dilakukan secara menyeluruh. Hal itu meliputi manajemen perubahan, penataan organisasi, penyempurnaan tata laksana, penguatan akuntabilitas kinerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Dalam seminar yang turut dihadiri para praktisi profesional tersebut, Ossy menekankan pentingnya dukungan dari notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Ia menyebut keberhasilan digitalisasi layanan pertanahan tidak hanya ditentukan oleh teknologi maupun kebijakan pemerintah, tetapi juga kesiapan para profesional hukum dalam menyesuaikan diri dengan sistem baru.
“Profesi PPAT memiliki peran strategis dalam proses transformasi ini. Karena itu, keberhasilan digitalisasi layanan pertanahan juga sangat bergantung pada kesiapan profesi hukum, khususnya PPAT, untuk beradaptasi dengan sistem yang lebih modern,” jelasnya.
Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmen pihak kampus untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan perkembangan kebijakan dan teknologi di bidang pertanahan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar materi pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Kami sebagai institusi pendidikan perlu menyesuaikan kembali materi pembelajaran, khususnya di Program Studi Magister Kenotariatan, agar selaras dengan perkembangan yang terjadi,” ujarnya.
Seminar Nasional bertema “Digitalisasi Layanan Hukum-Pertanahan: Ancaman atau Masa Depan bagi Profesi Notaris/PPAT dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” ini diikuti ratusan mahasiswa Universitas Udayana dan praktisi profesional. Ketua IMMK Universitas Udayana, I Putu Bagus Padmanegara, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai arah kebijakan digitalisasi layanan pertanahan.
Dalam kegiatan ini, Wamen Ossy turut didampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Eko Priyanggodo, serta sejumlah Kepala Kantor Pertanahan di Provinsi Bali. Sesi diskusi juga menghadirkan narasumber lain, yakni Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Sumadra, serta Kepala Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Bali, Eem Nurmanah.
Redaksi | Tim Jejak Tanah ID

