ATR/BPN Perkuat Respons Pengaduan, Optimalkan Hotline WhatsApp

Jakarta – Tingginya pengaduan masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal, terutama media sosial, mendorong Pengelola Pengaduan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk meningkatkan kecepatan respons. Kepala Biro Humas dan Protokol, Shamy Ardian, meminta jajaran terkait memperkuat koordinasi dengan direktorat jenderal teknis agar setiap aduan dapat segera ditindaklanjuti dan diberi kepastian waktu penyelesaian.

Hal tersebut disampaikan dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Pengaduan melalui Hotline WhatsApp, Strategi Komunikasi dan Keprotokolan, di Jakarta, Rabu (11/02/2026). Ia menegaskan bahwa sebagian besar keluhan masyarakat berkaitan dengan layanan teknis, sehingga sinergi lintas unit menjadi kunci percepatan penanganan.

Shamy Ardian juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki sejumlah kanal resmi untuk menyampaikan aduan. Selain SP4N-LAPOR sebagai sistem pengaduan nasional terintegrasi, tersedia pula TUNTAS (Tindakan Pengaduan Pertanahan dan Tata Ruang dari Masyarakat) serta Hotline WhatsApp Pengaduan di nomor 0811-1068-0000.

Sementara itu, Kepala Bagian Informasi Publik dan Pengaduan Masyarakat, Adhi Maskawan, menjelaskan bahwa layanan Hotline WhatsApp telah beroperasi sejak 2022 dengan dukungan sistem Customer Service Management berbasis Omni Communication Assistance (OCA) Interaction. Kanal tersebut terus diperbarui guna memudahkan akses masyarakat dan meningkatkan efektivitas layanan.

Optimalisasi pengelolaan Hotline WhatsApp menjadi fokus pelatihan yang berlangsung pada 11–13 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. sebagai mitra penyedia layanan OCA.

Pelatihan diikuti Pejabat Administrator bidang kehumasan, para Kepala Bagian Tata Usaha beserta Kepala Subbagian Umum dan Humas pada Kantor Wilayah BPN Provinsi, serta Pengelola Pengaduan dari seluruh satuan kerja Kementerian ATR/BPN.

Redaksi | Tim Jejak Tanah ID