ATR/BPN Gelar Vaksinasi HPV untuk ASN Perempuan, Dorong Pencegahan Kanker Serviks
Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar program vaksinasi kanker serviks bagi jajarannya sejak awal 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap penyakit tersebut.
Program ini disambut antusias oleh pegawai, terutama kalangan perempuan. Salah satu peserta, Inayati Iryana (45), mengaku terbantu dengan adanya program vaksinasi yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan biaya di luar. Ia juga mengapresiasi alur pelayanan yang mencakup tahap skrining awal, penyuntikan, edukasi terkait efek samping, hingga pemeriksaan lanjutan.
Vaksinasi yang diusulkan oleh KORPRI Kementerian ATR/BPN ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai pada 30 Januari 2026, dilanjutkan tahap kedua yang berlangsung saat ini, dan tahap ketiga dijadwalkan pada 3 Juli 2026. Peserta program dikenakan biaya sebesar Rp870.000.
Menurut Inayati, vaksinasi ini penting sebagai langkah pencegahan, khususnya bagi perempuan usia produktif. Ia menilai program tersebut dapat mendukung kesehatan sekaligus menjaga produktivitas pegawai perempuan.
Hal serupa disampaikan Febi Nur Anggriany (46), yang menjadi bagian dari 161 ASN perempuan peserta vaksinasi tahun ini. Ia mengaku terdorong untuk mengajak perempuan lain, termasuk anggota keluarganya, agar mengikuti vaksinasi sebagai bentuk perlindungan diri dari kanker serviks.
Sementara itu, dr. Irnawati yang memantau efek samping vaksin menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam pencegahan kanker serviks. Ia menegaskan vaksin Human Papillomavirus (HPV) merupakan upaya pencegahan efektif terhadap penyakit tersebut dan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para ASN perempuan.
Redaksi | Tim Jejak Tanah ID

