Nusron Wahid Paparkan Rencana Gedung Bersama Lembaga Islam di Bundaran HI


Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menyampaikan rencana strategis pemerintah terkait pembangunan pusat perkantoran lembaga-lembaga Islam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Hal tersebut disampaikannya di sela acara Dzikir Bersama dan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (07/02/2026).

Nusron menjelaskan bahwa penyediaan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan peran dan kewibawaan umat Islam di Indonesia. Ia menilai langkah tersebut sebagai kebijakan yang patut diapresiasi karena dapat mendukung kerja-kerja keumatan secara lebih optimal.

Dengan adanya kantor bersama, Nusron berharap lembaga-lembaga Islam tidak lagi terbebani biaya operasional rutin, sehingga dapat lebih memusatkan perhatian pada upaya pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan yang baik terhadap potensi umat akan memberi kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

Lebih lanjut, Nusron menyebutkan bahwa gedung yang disiapkan berada di lokasi strategis di jantung Jakarta, tepatnya bangunan eks Kedutaan Besar Inggris di kawasan Jalan Thamrin, bersebelahan dengan Hotel Grand Hyatt. Gedung tersebut direncanakan menjadi kantor bersama bagi sejumlah lembaga keumatan, seperti MUI, BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta institusi keislaman lainnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa desain gedung direncanakan memiliki kapasitas besar dengan puluhan lantai, yang akan digunakan bersama oleh berbagai organisasi dan lembaga Islam guna memperkuat konsolidasi dan sinergi umat.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan lahan strategis di Bundaran HI agar kawasan tersebut tidak hanya diisi oleh hotel dan pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi ruang representatif bagi lembaga-lembaga umat Islam.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa rehabilitasi masjid serta dukungan perbaikan rumah guru mengaji dan marbot di sejumlah wilayah terdampak bencana. Acara ini turut dihadiri Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, serta puluhan ribu jemaah dari berbagai unsur keumatan.

Redaksi | Tim Jejak Tanah ID