Strategi Ditjen SPPR 2026 Akurasi 25 Juta Hektare Peta dan Layanan Ukur Satu Hari

Akurasi 25 Juta Hektare Peta dan Layanan Ukur Satu Hari

JAKARTA – Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Ditjen SPPR) Kementerian ATR/BPN memperkuat komitmen pada tahun 2026 dengan memprioritaskan validitas dan akurasi data pertanahan. Dirjen SPPR, Virgo Eresta Jaya, menegaskan bahwa peningkatan kualitas peta dasar sangat krusial sebagai landasan hukum pengelolaan tata ruang di Indonesia.

Dalam Rapat Pimpinan di Jakarta, Rabu (14/01/2026), Virgo menargetkan perbaikan akurasi produk pemetaan lama mencakup area seluas 25 juta hektare. Langkah ini diambil untuk memastikan data pertanahan lebih akurat dan meminimalkan potensi sengketa akibat tumpang tindih lahan.

Modernisasi Layanan dan Perbaikan Peta Lama Beberapa poin utama strategi Ditjen SPPR tahun ini meliputi:

  • Perbaikan Peta Bidang: Menargetkan penyelesaian 6 juta bidang tanah pada kategori peta lama (KW456) dengan melibatkan personel dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN).

  • Efisiensi Waktu Layanan: Menerapkan Service Level Agreement (SLA) baru yang menargetkan proses pengukuran selesai dalam satu hingga tiga hari.

  • Ekspansi Digitalisasi: Setelah sukses dengan proyek percontohan di dua kantor pertanahan (Kantah), sistem pengukuran cepat ini akan diperluas ke 120 Kantah terbesar di Indonesia untuk menghapus tunggakan layanan.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, memimpin langsung rapat ini guna memastikan seluruh target tahun 2026 dapat tercapai melalui koordinasi intensif antara pusat dan daerah.

Redaksi | Tim Jejak Tanah ID